QALAMUNA NOORY

Dalam waktu terPENAkan kidung kehidupan

Jalan berlanjut?

Hari ini sabtu 12 mei 2007. Setelah mengerjakan rutinitas, mencuci aku bergegas bersiap untuk ke toko buku.  Untuk menemaniku, sengaja kuajak beberapa teman. Kebetulan ada teman yang mau membeli tas ransel. Untuk mempermudah aktifitasnya membawa laptop. Jadi kusarankan membeli tas merek eiger yang salah satu tipenya ada fasilitas untuk kantung laptop. Setelah sholat dhuhur, berangkatlah kita berempat. Dengan dua sepeda motor. Seperti biasa dalam otakku sudah terbayang toko buku loak pojok di jalan Semarang. Sepanjang jalan tersebut memang tempat mangkal buku scond. Loak lah bahasa sehari-harinya. Maka seperti bayangan dalam fikiranku, toko pojoklah yang paling lengkap. Banyak macam buku tersedia. Toko itu juga paling luas areanya. Jadi memudahkan aku untuk memilih. Barbagai buku lama, pernah pakai dah masih bersegel ada. Mulai cerita, majalah, novel, saatra, ensklopedia, dan agama. Yang jelas banyak macamnya serta jumlahnya.

Dari awal aku sudah berkeinginan kuat untuk melihat buku-buku yang berkaitan dengan tema sedulur papat. Lengkapnya konsep spiritual Jawa tersebut sedulur papat limo pancer. Sudah ada dua buku dalam genggaman. Yaitu karangan Purwadi;nenek moyang orang Jawa dan Ahmad Codjim;Mistik  dan Makrifat Sunan Kali Jaga. Titik berat keduanya jelas berbeda. Pengarang pertama adalah pakar dibidang budaya jawa. Buku tersebut merupakan terjemahan dari buku/naskah kuno yang dikarang pada abad 8. mencertakan masa kekuasaan raja dan tata mayarakat abad 4. Menilik isi buku tersebut akan membawa kita pada bayangan system, tata pemerintahan dan kondisi masyarakat pada masa itu. Memang menurut pandanganku judul yang tertulis tidak menunjukkan isi buku tersebut. Ini persoalan lain, yang terpenting dalam salah satu babnya memuat tentang ajaran yang ingin aku bedah tersebut. Berbeda dengan Purwadi, Ahmad Codjim mengambil acuan pada serat Kali Jaga-salah satu wali sembilan di Jawa.  Maka untuk menambah referensi aku berkeinginan kuat berbelanja di pasar loak. Setelah melihat-lihat di sana ternyata tidak aku jumpai. Dan perjalanan tidak menjadi sia-sia. Aku berkesempatan untuk menambah koleksi buku yang lain. Terjemahan AlQuran yang lama tidak kumiliki. Dan buku kontroversi karangan Munir Mulkhan tentang Syech siti Jenar. Dengan harapan ada sediki nukilan tentang ajaran jawa tersebut. Namun setelah melihat isi bab, tak kutemukan tema tersebut.

Sebenarnya sulit untuk mengungkan kenapa harus tertarik dengan tema tersebut. Bukan hanya karena tema tersebut semakin langka dan jarang yang mengetahuinya. Akan tetapi juga banyak informasi yang tidak sama mengenainya. Interpretasi yang berlainan bisa  jadi karena perjalanan waktu yang panjang. Sehingga ada informasi baru yang masuk atau menambahkan. Sama halnya dengan semua ajaran/tema, akan menjadi bebeda setelah beberapa generasi. Ini dipicu letak geografis yang berbeda, kemampuan menangkap dan menerjemahkan serta seberapa lestari ajaran/tema tersebut diwariskan. Dari beberapa informasi yang terkumpul, belum ada satupun yang membahas secara detail dan lengkap menjadi buku tersendiri. Padahal itu sangat penting. Jika mengingat itu adalah warisan leluhur. Dalam sejarah yang terekam dan tercatat, tanah jawa-Nusantara-mendapatkan pengaruh luar dimulai dari India sampai Negara Barat. Agama Hindu selanjutnya budha. Setelah itu agama islam masuk pekiraan abad 15an. Agama nasrani yang dibawa colonial Barat masuk tidak berselang lama. Dari keempat agama besar tersebut, tidak satupun yang memuat ajaran jawa tersebut. Jadi ini murni ajarann jawa. Hindu dan budha yang kental nuansa dewa, tidak memuat ini. Demikian juga islam dan Nasrani. Tradisi sufi dalam islam juga tidak memberikan ruang tekstual tentang tema ini.

Kemungkinan bahwa tema tersebut adalah pebahasaan atau pembumian dari salah satu keempat ajaran agama yang masuk juga tidak mungkin. Andaikan tema ini adalah akulturasi atau asimilasi, pasti rujukan akan disebutkan. Namun kemungkinan ini tidak menemukan fakta yang mendukung. Jadi pegangan yang terkuat adalah memang benar nilai dari orang jawa sendiri. Dengan minimnya litertur yang membahas.. Lantas akan muncul keinginan menyingkap tema tersebut. Usaha dapat kumulai dari menyusun pertanyaan-pertanyaan. Fungsinya untuk menelusuri pemikiran-pemikiran yang ada. Memilah-milah keotentikan dan sarat nilainya. Kemudian dicari histories perkembangannya. Inilah pertanyaan yang dapat diajukan :

  1. Bagaimana ajaran “sedulur papat limo pancer” yang ada saat ini ?
  2. Apa intisari atau benang merah diantara mereka?
  3. Manakah diantara banyak informasi tersebut yang memberikan gambaran yang logis, setidaknya dianggap wewakili  nilai yang sebenarnya?
  4. Proses perkembangan historisnya, sehingga diharapkan ditemukan akar budaya munculnya ajaran tersebut?

Tidak mudah memang. Namun tantangan besar dan sedikit gambaran akan menjadi titik tolak yang menyenangkan. Pengungkapan misteri dengan sedikitnya informasi. Apabila berhasil tentunya akan bermanfaat. Penelusuran sejarah pemikiran dan khasanah spiritual. Sehingga diharapkan mampu memberikan gambaran yang semakin utuh terhadap konteks jawa. Ini penting juga untuk media perbandingan dengan konteks masa sekarang. Perjalanan manusia Jawa dari waktu ke waktu. Misalkan, asumsi pertama bahwa ajaran ini murni Jawa, akan mempermudah sejarah leluhur Jawa sendiri. Mafhum adanya bahwa agama-agama yang bekembang dalam masyarakat saat ini berasal dari luar. Bukan untuk mau bersikap sarkasme, proses keterrbukaan sangan penting. Yang ingin  digali di sini adalah penelusuran ajaran sendiri. Sebagai salah satu dasar konsep  yang memungkinan agama dari luar dengan terbuka diterima. Bukan mustahil, jika ajaran baru masuk bertolak belakang dengan nilai lama akan ditolak. Nyatanya proses keterbukaan itu berjalan, meski memang perlu waktu. Berarti ada benang merah yang menunjukkan sejalannya berbagai ajaran baru dengan yang sudah ada di Jawa secara esensial. Penelusuran ini akan mencoba membongkanya.

 

November 9, 2007 - Posted by | KAJIAN

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: