QALAMUNA NOORY

Dalam waktu terPENAkan kidung kehidupan

HISTORI

Saat ku menjelajahi sejarah panjang anak manusia.
Aku menemukan sedikit gambaran ta’wilan perjalanan mereka.
Tak ada yang sempurna. perjalanan kisah-kisah.
MEngharukan, menyedihkan, menggairahkan dan menyentuh hati.
Menggugah  motivasi.
perjalanan sejarah bagaikan tunas.
tumbuh untuk kemudian berkembang, mekar dan berbuah.
Buah hasil sejarah anak manusia.
menyatukan kemenangan, kemakmuran, kegemilangan peradaban.
MEngiringi pula kekalahan, penderitaan dan penyiksaan.
Menang berarti menuju puncak ke Agung menara sejarah.
Kalah berarti merelakan tertindas dan hilang dalam perjalanan sejarah.

Silih berganti, terus sililh berganti.
Hari ini kau berkuasa, hilangkan ideologi lawan.
Besok giliran yang lain menikammu dan naik ke puncak tinta sejarah.

Yunani titahkan Zeus pada mahkota Delpi
Mesir  memakmurkan ISis dan Osiris
Romawi tumbuh menerkam dunia.
Tak satupun jengkal tanah Alpen tak bertekuk.
Persia mengacungkan titah di tanah arabia kuno
Aleksander Agung menyatukannya di bawah helenisme peradaban.
Silih berganti mengangkangi perjalanan waktu

Sinar dari padang tandus menerpa
Anak manusia bimbingan Tuhan berkumandang
Kasih sayang jadi landasan
Mendobrak kemandekan pikir tingkah laku
Keselewengan harus diluruskan
Darah menjadi taruhan
cerai berai jadi kabur
Si anak manusia menghilang dari roda sejarah
kini anak manusia hanya kenal dongengnya
kuburnya dan kematiannya menjadi misteri

Nun jauh di Barat sinar keTuhanan kembali menerpa
Padang pasir panas
Kiblat anak-anak nenek moyang Ibrahim membangun tonggak batu
Menurut cerita Adampun pernah membangunnya
Si anak terpuji
semua tak ada yang mengingkari
walaupun musuhnya sendiri

NAmun saat kedewasaan menuntunnya
firman Tuhan telah ada dalam dadanya
BAnyak orang terheran kaget
Ego menjadi rujukan
Gengsi menjadi penyakit ciri anak manusia
penolakan dan penyiksaan menjadi sejarah pengulangan
Tak ada nabi yang selalu diterima
Memang itulah manusia
Merasa segalanya tahu dan merasa benar
Walaupun menurut prasangkanya sendiri

Sinar itu semakin terang
banyak sudah dada anak manusia tercerahkan
Imperium menjulang dari tanah berpasir
Negeri-negeri besar mulai gentar
akhirnya takdir memang harus terjadi
pergantian adalah kewajaran
pergulatan pelik anak-anak manusia
merumuskan jalan kenyataan dengan tuntunan

Tanah arab, syam, persia, romawi telah tegenggam
Anak-anak manusia jadi lupa
semangat egaliter dan tanpa syak wasangka semakin dangkal
Raja-raja/kalifah abbasiah, ummayah, fatimiyah  hingga syafawiya
walaupun tak sedikit yang berjiwa pasrah pada Allah
Ideologi berfikir jadi senjata pertarungan sejarah
Jadilah khilafah beraneka
Saat India, eropa timur mengalah
keserakahan raja manusia berlaku
Lupa pada yang lemah
lengah pada wasiat yang Terpuji
Jengis Khan menjadi jawaban
Lumbung-lumbung membara
Rumah-rumah tak ketinggalan
perpustakaan berantakan
darah mengalir menganak sungai

Itulah sejarah
siapa lalim akan menerima upahnya
siapa lupa semangat keTuhanan akan kesetanan
dan setan pula yang akan mencengkeram

Utsmaniyah mulai menata diri
makmurkan anak manusia
muliakan tinta sejarah dengan peradaban tinggi
Bangunan menjadi tanda peradaban, ilmu dan kemakmuran
Sayang kelaliman kembali terulang
Anak manusia ingin mengungguli kuasa ilahi

Cengkeraman utara mengancam
negeri-negeri barat mulai bangun
negeri tak berpengetahuan mulanya
belajar menenun dan berindustri
tinggalkan cangkul agraria
majulah mereka
jayalah Eropa, romawi baru

Pelayaran benua dimulai
teknologi berjalan seirama
industri menandai lagu sehari-hari
Penjajahan mengiringi
Kelaliman telah dimulai
negeri jauh yang merdeka merana
perbudakan dan penderitaan berabad-abad
Asia, amerika tak luput Afrika

Kini teknolgi masih memimpin
eropa tak lagi menjajah
Dalam arti 4 abad lalu
Kelaliman nampak samar menggejala
ketidak adilan dan ketidaksewenangan muncul
Namun hari ini eropa masih mengungguli

Aku yakin tanda itu sudah mulai nampak
tinggal menunggu waktu
tangan-tangn takdir mulai menggelayuti
menunggu hati dan kaki menapaki
Untuk kerja panjang histori
Menumbuhkan tunas baru
dengan cahaya ilahi
gantikan kelaliman dan angkara mukti

Semoga aku tidak hanya bermimpi…..

12 12 2006

November 9, 2007 - Posted by | PUISI

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: