QALAMUNA NOORY

Dalam waktu terPENAkan kidung kehidupan

Goal!!

tujuan dasar manusia adalah selaras dengan alam

itulah yang kubaca dari Zeno

kenalilah dirimu; itu kutahu dari socrates

siapa tahu dirinya pasti tahu jelas siapa Tuhannya

itu terngiang ditelingaku dari catatan Hadits

 semuanya sepertinya bermuara ke yang sama

benarkah sama?

 tentu tidak!!

pastilah itu ringkas pikir menjawabnya

jangan kau menggurui

karena itu takkan berarti

tirulah socrates mengundang keingintahuanmu

pertanyakan segala hal

agar kau tahu seberapa teguh apa yang kau pegang

sebenar apa keyakinamu akan keberadaanya

sebesar apa perjuanganmu mendapatkannya

karena jangan2 itu hanya kutipan dari orang lain

yang kau aku-aku, atau dengan cara yang lebih sopan kau meyuntingnya

karena itu bukan milikmu

maka tak berarti kau telah belajar

kemanakah ini?

alam dan diri akan mewakili awal di atas

kenapa harus selaras dengan alam

ada apa pula dalam diri, hingga perlu diketahui

Alam besar dan alam kecil itulah padanannya

macrokosmis dan microkosmis itulah kata lainnya

tapi manakah yang macro dan mana pula sebaliknya

alamkah atau dirikah?

jika kau pandangkan mata lahir  sesuai tentu macro untuk alam semesta

disana terpampang ayat-ayat dan ciptaan Nya

alam kecil mana yang ada dalam diri?

Jika pandangmu dengan tanpa kedua mata

satu mata hati, akan kau jumpai

yang terpampang luas adalah diri

itulah kenapa mereka menyebut makrokosmis untuk diri

karena disitulah Sang sempurna tak Terbatas semayam

masihkah ini belum tersambung?

tentu tidak!!

inilah jawaban yang seharusnya kali ini

tapi, siapakah dirimu?

akupun belum tahu!!

December 11, 2007 Posted by isafawi | PUISI | | No Comments Yet

HISTORI

Saat ku menjelajahi sejarah panjang anak manusia.
Aku menemukan sedikit gambaran ta’wilan perjalanan mereka.
Tak ada yang sempurna. perjalanan kisah-kisah.
MEngharukan, menyedihkan, menggairahkan dan menyentuh hati.
Menggugah  motivasi.
perjalanan sejarah bagaikan tunas.
tumbuh untuk kemudian berkembang, mekar dan berbuah.
Buah hasil sejarah anak manusia.
menyatukan kemenangan, kemakmuran, kegemilangan peradaban.
MEngiringi pula kekalahan, penderitaan dan penyiksaan.
Menang berarti menuju puncak ke Agung menara sejarah.
Kalah berarti merelakan tertindas dan hilang dalam perjalanan sejarah.

Silih berganti, terus sililh berganti.
Hari ini kau berkuasa, hilangkan ideologi lawan.
Besok giliran yang lain menikammu dan naik ke puncak tinta sejarah.

Yunani titahkan Zeus pada mahkota Delpi
Mesir  memakmurkan ISis dan Osiris
Romawi tumbuh menerkam dunia.
Tak satupun jengkal tanah Alpen tak bertekuk.
Persia mengacungkan titah di tanah arabia kuno
Aleksander Agung menyatukannya di bawah helenisme peradaban.
Silih berganti mengangkangi perjalanan waktu

Sinar dari padang tandus menerpa
Anak manusia bimbingan Tuhan berkumandang
Kasih sayang jadi landasan
Mendobrak kemandekan pikir tingkah laku
Keselewengan harus diluruskan
Darah menjadi taruhan
cerai berai jadi kabur
Si anak manusia menghilang dari roda sejarah
kini anak manusia hanya kenal dongengnya
kuburnya dan kematiannya menjadi misteri

Nun jauh di Barat sinar keTuhanan kembali menerpa
Padang pasir panas
Kiblat anak-anak nenek moyang Ibrahim membangun tonggak batu
Menurut cerita Adampun pernah membangunnya
Si anak terpuji
semua tak ada yang mengingkari
walaupun musuhnya sendiri

NAmun saat kedewasaan menuntunnya
firman Tuhan telah ada dalam dadanya
BAnyak orang terheran kaget
Ego menjadi rujukan
Gengsi menjadi penyakit ciri anak manusia
penolakan dan penyiksaan menjadi sejarah pengulangan
Tak ada nabi yang selalu diterima
Memang itulah manusia
Merasa segalanya tahu dan merasa benar
Walaupun menurut prasangkanya sendiri

Sinar itu semakin terang
banyak sudah dada anak manusia tercerahkan
Imperium menjulang dari tanah berpasir
Negeri-negeri besar mulai gentar
akhirnya takdir memang harus terjadi
pergantian adalah kewajaran
pergulatan pelik anak-anak manusia
merumuskan jalan kenyataan dengan tuntunan

Tanah arab, syam, persia, romawi telah tegenggam
Anak-anak manusia jadi lupa
semangat egaliter dan tanpa syak wasangka semakin dangkal
Raja-raja/kalifah abbasiah, ummayah, fatimiyah  hingga syafawiya
walaupun tak sedikit yang berjiwa pasrah pada Allah
Ideologi berfikir jadi senjata pertarungan sejarah
Jadilah khilafah beraneka
Saat India, eropa timur mengalah
keserakahan raja manusia berlaku
Lupa pada yang lemah
lengah pada wasiat yang Terpuji
Jengis Khan menjadi jawaban
Lumbung-lumbung membara
Rumah-rumah tak ketinggalan
perpustakaan berantakan
darah mengalir menganak sungai

Itulah sejarah
siapa lalim akan menerima upahnya
siapa lupa semangat keTuhanan akan kesetanan
dan setan pula yang akan mencengkeram

Utsmaniyah mulai menata diri
makmurkan anak manusia
muliakan tinta sejarah dengan peradaban tinggi
Bangunan menjadi tanda peradaban, ilmu dan kemakmuran
Sayang kelaliman kembali terulang
Anak manusia ingin mengungguli kuasa ilahi

Cengkeraman utara mengancam
negeri-negeri barat mulai bangun
negeri tak berpengetahuan mulanya
belajar menenun dan berindustri
tinggalkan cangkul agraria
majulah mereka
jayalah Eropa, romawi baru

Pelayaran benua dimulai
teknologi berjalan seirama
industri menandai lagu sehari-hari
Penjajahan mengiringi
Kelaliman telah dimulai
negeri jauh yang merdeka merana
perbudakan dan penderitaan berabad-abad
Asia, amerika tak luput Afrika

Kini teknolgi masih memimpin
eropa tak lagi menjajah
Dalam arti 4 abad lalu
Kelaliman nampak samar menggejala
ketidak adilan dan ketidaksewenangan muncul
Namun hari ini eropa masih mengungguli

Aku yakin tanda itu sudah mulai nampak
tinggal menunggu waktu
tangan-tangn takdir mulai menggelayuti
menunggu hati dan kaki menapaki
Untuk kerja panjang histori
Menumbuhkan tunas baru
dengan cahaya ilahi
gantikan kelaliman dan angkara mukti

Semoga aku tidak hanya bermimpi…..

12 12 2006

November 9, 2007 Posted by isafawi | PUISI | | No Comments Yet

TUHANKU..

Tuhanku, adakah kiranya ampunan untukku

Hamba yang selalu lalai

Tahu tapi mengabaikan  segala perintahMu

Aku terasing di tengah manusia 

Keramaian akan kesobongan dan bangga diri

Khayalan akan penghidupan yang mudah

Khayalana akan kemenangan dan kejayaan

Menang di atas yang lain 

Bayangan tatanan sesuai pikiranku

Semua dengan mudah berubah

Khyalan tingkat tinggi

Tanpa gerak pastiA

ku masih terus berkhayal 

Tuhan, malam ini aku ingin berubah

Kuingin melangkah jauh

Lagi-lagi aku sudah berkhayal

Padahal aku hanya inginBerubah… 

Aku ingin pasrah

Tiap langkah telah aku jalani

Aku berusaha dengan kemantapan hati

Dan kita tahu apa yang terjadi

Apakah aku kurang lagi? 

Rasanya kuingin menangis

Ah, tapi rasanya sulit kulakukan

Aku hanya ingin mengaduU

ntuk kemudian pasrahkan diri

Aku tak tahu esok bagaimana lagi

Guratan langkahku Engkau yang tahu 

Semua Engkau yang tentukan

Entah apa yang sedang Kau rencanakan

Aku hanya ingin menunggu

Menunggu, sambil mencoba mengerti

Kenapa berlaku begini 

Ah Tuhan mungkin aku tidak sopan

Mencoba bijak atas Engkau berkehendak

Mencoba berlaku sabar

Padahal hatiku melonjak

Tak terima dan tidak mau mengerti

Ketiadakentaraan rumit 

Ditengah sunyi dingin ini

Aku hanya ingin memohon

Haluskan rasa jiwaku

Untuk mengerti guratanMu atas diriku

Merasai segala apa yang Engkau rencanakan

Memahami arti semua ini

Hingga ku bisa menangis jika mengenang ini

Menyadari akan selalu kehadiranMu

Bahwa Engkaulan dengan sengaja tentukan ini

Bisa kurasakan sentuhan kasihMu

Bahwa Engkau sangat peduli

Sangat dekat di sini 

Bisa menangis jika mengenang iniT

ergetar hatiku merasakan Engkau

Bahwa Engkau punya rencana sendiri

Terhadap dirikuA

ku hanya ingin merasai guratanMu atas diriku

Agar aku bisa menangis jika tahu iniD

an bersyukur diri padaMu A

ku hanya ingin menangis mengadu

Karena pada siapa lagi aku lakukan ini

Kalau tidak padaMu

Aku hanya ingin mengadu………………………………………………..

 00.35

Keputih, 26 Dec 2006 

November 9, 2007 Posted by isafawi | PUISI | | No Comments Yet